Pernah tidak sih kamu membaca sebuah novel, tapi malah berhenti di tengah jalan karena dialognya makin lama makin terasa aneh? Entah terlalu kaku, terlalu formal, atau malah seperti naskah drama sekolah?
Sebagai seorang freelance editor yang sering menyunting naskah fiksi, itulah salah satu hal yang paling sering saya temukan. Padahal, menurut saya, dialog itu termasuk jantung cerita. Dari sanalah karakter dapat hidup, hubungan dapat tumbuh, dan konflik mulai terasa nyata. Namun, kenapa banyak penulis justru merasa kesulitan saat harus menulis dialog yang "hidup"?
Awal Mula
Saya memulai perjalanan di dunia penyuntingan buku secara tidak sengaja. Awalnya saya cuma membantu teman saya dalam menyunting naskah cerpennya untuk lomba. Waktu itu, saya pikir tugas saya hanya memperbaiki tanda baca, ejaan, kalimat, dan salah tik (typo).
Namun, begitu membaca ulang hasil editan saya sendiri, saya sadar bahwa kalimat-kalimat di naskahnya (terutama dialog) memang rapi, tapi rasanya hambar. Seolah semua tokoh di sana berbicara dengan suara yang sama. Dari situlah saya mulai tertarik dengan satu hal, yakni bagaimana caranya membuat dialog yang terdengar seperti benar-benar diucapkan oleh tokoh, bukan oleh penulisnya.
Saya akhirnya mulai membaca banyak novel dan menonton film untuk menganalisis pola percakapan para tokoh. Dan ternyata, berdasarkan pengamatan saya, menulis dialog yang terasa mengalir, natural, dan asyik itu bukan soal meniru ucapan seseorang di dunia nyata, melainkan soal memahami ritme dan niat di balik setiap kalimat yang disampaikan.
Ketika Menyunting Dialog
Sebagai editor, saya cukup sering mendapat naskah dengan dialog seperti ini: "Aku tidak bisa menerima keputusanmu, Raka!" atau "Tapi kamu harus mengerti, semua ini demi kebaikan kita berdua!"
Secara teknis, tidak ada yang salah dari dua dialog tersebut. Tapi kamu tahu kan rasanya terlalu formal? Di kehidupan sehari-hari, kita jarang berbicara seformal itu. Bahkan ketika sedang marah, kita sering terbata-bata, mengulang kata, atau malah diam lebih lama sebelum menanggapi. Intinya, di dunia nyata, dialog tidak selalu "formal", dan di sanalah letak "keindahan"-nya.
Saya sering mengajak penulis untuk "mendengarkan ulang" percakapan tokoh mereka. Coba baca keras-keras. Kalau terdengar seperti pidato, berarti ada yang salah dalam dialog tersebut. Kenapa? Karena dialog yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga emosi tersembunyi. Entah marah, kesal, senang, sedih, atau semacamnya. Sebab, kadang justru yang tidak dikatakan secara langsung oleh tokoh akan terasa jauh lebih kuat daripada yang dikatakan secara langsung.
Kenapa Kamu Perlu Belajar Menulis Dialog?
Buat saya, dialog itu semacam kunci. Kalau kamu bisa menulis dialog yang kuat, berarti separuh cerita kamu sudah terasa hidup. Jadi, kamu tidak perlu menggunakan deskripsi panjang lebar untuk menjelaskan bagaimana karakter tokohmu. Kamu hanya perlu cukup memperhatikan bagaimana tokohmu bicara. Apakah dia suka memotong ucapan orang lain?
Apakah dia sering mengulang kata tertentu? Apakah dia malah ceplas-ceplos? Atau bagaimana? Sebab, ketika pembaca bisa "mendengar" suara tokoh hanya lewat percakapan atau dialog, di situlah mereka bahwa mulai percaya bahwa tokoh itu benar-benar ada.
Sekarang, saya masih aktif sebagai freelance editor yang fokus pada naskah fiksi—terutama membantu penulis memperbaiki struktur cerita, termasuk dialog. Saya percaya setiap penulis punya ciri khas masing-masing, tapi sering kali ciri khas itu tenggelam di antara kalimat yang terlalu “rapi”.
Dan kalau kamu mau tahu caranya menulis dialog yang bisa bikin pembaca betah dan langsung tertarik dengan ceritamu dari halaman pertama sampai halaman terakhir, yuk gabung di kelas ini! Kita akan belajar bareng seperti membedah contoh, melakukan latihan, sampai mengobrolkan banyak hal soal teknik-teknik yang bisa bikin tokohmu terasa hidup.
Siap bikin tokohmu berbicara? Yuk, mulai dari membaca ebook yang bisa kamu unduh gratis di sini. Tonton juga playlist Wordholic Mentor di sini supaya kamu bisa kenalan dengan saya lebih lanjut.


0 Comments