Apakah kamu seorang penulis lepas yang kesulitan mengelola waktu dengan efektif? Apakah kamu merasa kewalahan dengan tenggat waktu dan gangguan? Jika ya, kamu tidak sendirian. Melalui artikel ini, saya akan berbagi mengenai cara manajemen waktu penulis freelance yang juga bekerja sebagai pegawai kantoran.
Tips ini tidak mutlak harus kamu lakukan semua. Kamu bisa pilih yang paling pas buatmu. Selain itu, ini tidak hanya untuk yang bekerja kantoran saja karena strateginya bisa kamu coba untuk yang menulis sambil jadi IRT, jualan online, atau melakukan kesibukan lainnya.
Jangan biarkan waktu berlalu begitu saja, ambil kendali atas jadwal menulismu dan menjadi ahli dalam pengelolaan waktumu sendiri. Mari kita mulai!
Buat To-Do List Praktis
Sebuah rencana yang disusun menjadi to-do list adalah metode yang sangat praktis agar bisa mengatur kegiatan harian dan mingguanmu. Namun, kalau to-do list milikmu menjadi sangat banyak, maka sama saja tidak akan membantumu dengan praktis.
Daripada kamu membuat rincian kegiatan yang harus kamu lakukan, lebih baik bedah saja menjadi potongan kecil.
Saya merencanakan target menulis mingguan maksimal 2 saja, misalnya blog dan novel. Untuk novel, targetnya 5000 kata dan 1 artikel blog 600 kata. Jadwal menulis tersebut diselipkan dalam aktivitas sehari-hari lainnya misalnya pekerjaan atau bisnis. 5000 kata dipecah menjadi 600 kata per hari, lalu dibagi lagi menulis pagi dan malam.
Kamu tidak perlu kaku dengan jadwal. Gunakan gawai untuk menyimpan draft tulisan sehingga kamu bisa menulis saat santai di toilet, menungu antrian, atau sambil menunggu anak sekolah. Saya juga kadang mengetik ketika menunggu sayur yang sedang saya hangatkan. 20 kata di tiap jeda aktivitas tidak akan terasa, daripada digunakan untuk scrolling TikTok tidak penting.
Cek Kalender
Memakai kalender membantumu untuk mengecek aktivitas yang harus dimasukkan dalam hari tertentu. Saya juga memasukkan jadwal rileks dan jalan-jalan karena sekarang sudah semakin sibuk dengan kelas menulis.
Setelah rajin memasukkan jadwal di kalender gawai, saya jadi tidak kelabakan untuk menentukan waktu menulis dengan jadwal dengan keluarga atau sahabat. Ingat, penulis juga perlu bersosialisasi.
Tentukan Jeda
Menjadi produktif bukanlah tentang berjalan dengan kecepatan penuh sepanjang hari. Untuk menjadi produktif, kamu perlu mengambil istirahat dan sesekali rileks. Ingatlah bahwa di kantor, kamu perlu bangkit untuk minum, makan, ke kamar mandi, berbicara dengan rekan kerja, dan menghadiri pertemuan. Saat di rumah, luangkan rehat sambil nonton drakor misalnya.
Orang yang produktif bukan berarti hanya punya waktu istirahat sedikit. Kamu dapat mengatur ulang kinerja otak dan meregangkan otot dengan memberi ruang jeda.
Ketika jeda, kamu juga bisa melakukan olahraga selama 10 menit. Cari saja di Youtube dengan kata kunci ‘senam 10 menit’, ‘brisk walk 10 minutes’, ‘aerobic 10 minutes’, dan lainnya.
Belajar Soal Prioritas
Tidak setiap tugas yang kamu hadapi sepanjang hari memiliki tingkat kepentingan yang sama.
Salah satu keterampilan manajemen waktu yang penting adalah memastikan bahwa kamu mengatur tugas sehingga hal-hal yang paling penting diselesaikan terlebih dahulu.
Kamu tidak perlu bergegas menyelesaikan proyek besar jika tenggat waktunya masih agak lama.
Dulu, saya adalah penulis yang suka sekali mengerjakan mepet waktu. Alasannya, sih karena merasa bisa menulis dengan cepat dan riset pun mudah. Namun, ini berakibat menambah stres pada tubuh yang tidak perlu. Makanya, saya mulai belajar menyusun skala prioritas dan juga menolak tawaran job menulis baru kalau memang merasa tidak punya waktu.
Hindari Multitasking
Dalam beberapa situasi, multitasking bisa menjadi keterampilan yang membantu, tetapi akan menjadi bumerang kalau tidak jago mengaturnya.
Ketika kamu mencoba melakukan beberapa tugas sekaligus, seperti bekerja pada proyek-proyek berbeda atau dengan klien-klien yang berbeda, kamu bisa saja melewatkan beberapa hal.
Lebih baik memberikan perhatian penuh pada satu tugas sehingga kamu dapat mengalokasikan seluruh energimu untuk tugas tersebut. (Baca juga: 4 Tips Menjadi Writerpreneur)
Lakukan Otomatisasi
Tugas-tugas berulang bisa memakan lebih banyak waktu berhargamu daripada yang kamu duga. Misalnya, kamu ingin membuat konten untuk membangun branding di Instagram.
Alangkah repotnya kalau tidak mengatur jadwal pengunggahan.
Gunakan aplikasi seperti Canva dan penjadwalan konten di Instagram. Susun rencana konten di awal bulan untuk dua minggu berikutnya, contohnya. Jadi kamu tinggal duduk manis sambil kontenmu terunggah otomatis.
Ketahui Durasi Aktivitas dan Energi
Kamu pasti memiliki aktivitas rutin berulang tiap hari misalnya, makan, mandi, dan bersantai. Hitung berapa lama kamu melakukan semuanya lalu catat selama seminggu. Kamu nanti akan tahu berapa menit atau jam durasi menulis yang bisa kamu alokasikan.
Buat catatan waktu dengan jujur sehingga kamu bisa tahu kegiatan apa yang terlalu lama dilakukan dan bisa dikurangi. Tetap selipkan waktu olahraga dan istirahat. Peduli pada pengaturan energi juga sama dengan kita menumbuhkan self-love yang sehat.
Inilah cara mengatur waktu menulis untuk penulis freelance. Kamu sudah mencoba yang mana? Kamu bisa menjadi penulis premium jika kamu bisa menyusun sistem yang sehat serta seimbang.


0 Comments