Pernahkah kamu melihat sebuah iklan yang seolah-olah bisa membaca pikiranmu? Iklan itu tahu persis apa masalah yang sedang kamu hadapi, membuatmu semakin merasa gelisah, lalu tiba-tiba menawarkan solusi yang sempurna. Nah, bisa jadi kamu terpapar konten dengan framework Copywriting PAS!
Formula copywriting itu sangat beragam. Yang paling populer adalah format copywriting AIDA dan AIDCA. Kalau kamu ingin menyusun konten yang langsung memberikan solusi praktis atas sebuah masalah, framework PAS ini sangat cocok untuk kamu coba.
Dalam panduan lengkap ini, kita akan membongkar tuntas apa itu Framework PAS, bagaimana cara kerjanya, dan yang paling penting, bagaimana kamu sebagai copywriter pemula bisa langsung mengaplikasikannya untuk membuat iklan yang nendang dan menjual habis!
Apa Itu Framework Copywriting PAS?
Framework PAS adalah salah satu struktur copywriting paling fundamental dan teruji waktu yang bekerja berdasarkan psikologi manusia.
Copywriter fokus pada masalah yang dihadapi oleh target audiens lalu ia mencoba membuat masalah itu menjadi penting untuk diperhatikan, lalu diberilah solusi baik berupa produk atau jasa.
PAS adalah singkatan dari tiga langkah berikut ini:
P (Problem): Mengidentifikasi dan menyatakan masalah utama audiens.
A (Agitate): Mengaduk-aduk atau memperburuk perasaan sakit akibat masalah tersebut (membuat audiens merasa terdesak).
S (Solve): Menyajikan produk atau layananmusebagai satu-satunya solusi yang bisa mengakhiri penderitaan mereka.
Ingat, framework ini lebih cocok untuk format konten praktis, bukannya naratif atau storytelling. Kalau kamu terbiasa menyusun konten dengan format AIDA dan AIDCA atau menyusun narasi ala Hero's Journey, maka framework PAS (Problem-Agitate-Solve) ini akan mendorongmu untuk fokus mencari pain point dari masalah target audiens.
Membongkar Tiga Komponen PAS
Mari kita telaah lebih dalam setiap komponen agar kamu bisa menguasai seni copywriting PAS.
A. P (Problem): Identifikasi Masalah Utama Audiens
Tahap ini adalah fondasi dari seluruh copy yang akan kamu buat. Kamu harus bisa menyebutkan masalah yang relevan, spesifik, dan benar-benar dirasakan oleh target audiens.
Jangan hanya menyebutkan masalah di permukaan. Lakukan riset! Pikirkan Aaa yang membuat audiens frustrasi di tengah malam? Apa yang membuat mereka mengeluh ke teman-teman mereka?
Contoh Problem yang Kuat:
“Capek lihat tren ngonten tiap hari, tapi branding tetep nggak kebentuk?” (Untuk target personal branding)
“Masih sering ngalamin gaji 5 koma alias habis tanggal 5 dompetnya langsung koma?” (Untuk target yang kesulitan mengatur keuangan)
B. A (Agitate): Mengaduk-aduk Luka Masalah
Ini adalah langkah krusial yang sering dilupakan copywriter pemula. Agitate bukan berarti menakut-nakuti, tetapi memperdalam konsekuensi negatif jika masalah itu terus dibiarkan. Kalau masalah di bagian Problem ini dibiarkan, maka akan membuat audiens akan lebih susah hidupnya.
Bagian A dan B ini terhubung erat dan bakal lebih mudah kalau kamu membayangkannya seperti tokoh fiksi. Karakter cerita fiksi yang menjadi protagonis punya tujuan besar yang ingin dicapai dan dalam prosesnya ada hambatan.
Bayangkan kalau target audiensmu adalah si protagonis yang punya masalah atau hambatan. Ketika hambatan itu tidak diatasi, pasti akan menyusahkan dirinya sendiri. Urgensinya harus meningkat di bagian Agitate ini sehingga mendesak audiens untuk mengetahui solusinya dan konsekuensi kalau masalah dibiarkan berlarut.
Contoh Agitate yang Mengaduk Emosi:
“Kamu mungkin mikir kalau penulis cukup nulis aja, nggak perlu personal branding. Kenyataannya, sekarang penerbit mulai melirik brandingmu di medsos. Penulis yang anti medsos jadi kurang dilirik.”
“Cicilan udah terbayar tiap gajian, tapi kamu mulai pening dan sesak napas tiap memasuki minggu kedua setelah gajian. Kamu nggak tahu duitmu hilang ke mana aja padahal kamu udah makan indomie tiap hari. Terus duitmu ke mana?”
C. S (Solve): Menyajikan Solusi Terbaik
Setelah audiens merasa tertekan oleh masalah yang makin perjelas, maka di bagian ini kamu posisikan target audiens siap menerima bantuan. Di sinilah kamu bisa masuk dan menyajikan produk atau layananmu sebagai pahlawan yang mengakhiri penderitaan.
Jangan bertele-tele di bagian ini. Sebutkan hubungan seperti apa layanan atau produkmu untuk menyelesaikan masalah besar di bagian Agitate.
Contoh Solve yang Kuat:
“Kamu nggak perlu lagi bingung nentuin niche sama tipe konten buat personal branding. Baca aja ebook Intuitive Branding yang bisa bikin kamu nyusun strategi personal branding yang kamu banget dan namamu sebagai penulis nggak lagi dilewatin gitu aja.”
“Pakai aja app MoneyFlow ini buat mencatat semua pemasukan sama pengeluaranmu. Desainnya cantik dan semua pengeluaran bisa kamu catat tanpa modal ngira-ngira.”
Kesimpulan:
Apa itu framework PAS? Coba saja untuk menulis konten dengan metode ini kalau kamu mau tahu hasilnya. Apakah kamu ada pertanyaan lebih lanjut? Silakan cek di kolom komentar, ya. Buat kamu yang ingin tahu cara membangun karier penulis di 2026 ini, bisa ikutan webinar gratis bulan ini. Langsung saja daftar di s.id.webinar-maret.


0 Comments