Kamu seorang ibu rumah tangga (IRT) dan punya pikiran ingin jadi penulis freelance? Tentu saja in sangat bagus karena kamu bisa bekerja dari rumah tanpa harus berdesak-desakan di KRL atau kena macet di jalan raya.
Dalam blog ini, kamu bisa mendapatkan banyak wawasan terkait cara menjadi penulis freelance hingga membuat rate card. Namun, tentu kamu butuh satu tulisan yang bisa menyakinkanmu untuk menjadi seorang penulis freelance profesional.
(Baca Juga: Cara Menentukan Rate Card Penulis Freelance Pemula)
Ketika seorang IRT bisa menghasilkan karya, pasti ada hal-hal yang mulai berubah terutama perasaan bangga karena punya sesuatu yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Kalau kamu seorang IRT dan punya hobi menulis, coba baca tulisan ini lebih lanjut.
Mengapa Menulis Freelance Sangat Cocok untuk Ibu Rumah Tangga?
Kalau kamu adalah seorang IRT yang lebih suka membuat video pendek untuk membuat konten affiliate, maka kamu tidak perlu memabca lebih lanjut. Beda ceritanya kalau kamu ingin sekali mendapat cuan dari menulis. Maka menulis freelance akan memberikan kesempatan menarik untuk menambah pemasukan.
Nah, bagi IRT, menulis ini sangat cocok karena selain menjadi media untuk mengeluarkan ide dan pikiran yang sumpek, kamu tidak perlu butuh piranti khusus. Kamu bisa menulis lewat laptop atau smartphone. Pilihan genre tulisan pun beragam, jadi tidak terbatas hanya untuk penulis artikel saja.
Kamu suka berimajinasi? Berkaryalah di bidang fiksi. Kalau ingin menjadi content writer, kamu bisa mencari website freelance yang menerima penulis artikel.
Seperti halnya kemampuan mengedit video dan membuat konten, menulis juga butuh latihan. Kamu perlu meluangkan waktu setengah jam sehari saja untuk mmeabca karya orang lain, menganalisis, dan mempraktikan teknik menulis yang bisa kamu dapatkan secara gratis di medsos atau kanal Youtube.
Bagi IRT introvert yang kurang suka tampil di depan kamera dan lebih suka menulis, maka jadikan hobimu ini sebagai ladang cuan.
Daftar Situs Freelance Writing Terbaik untuk Penulis Indonesia
Jangan bingung mau mulai dari mana. Berikut adalah daftar situs yang bisa kamu coba sebagai pemula:
1. Projects.co.id
Ini adalah "pasar" proyek freelance terbesar di Indonesia. Di sini, banyak orang mencari penulis artikel untuk blog atau konten website dalam bahasa Indonesia. Kelebihannya? Sistem pembayarannya sangat mudah karena menggunakan bank lokal. Kamu tinggal mendaftar, cari proyek yang sesuai, dan ajukan penawaran (bid).
2. Sribulancer
Mirip dengan Projects, Sribulancer juga sangat populer di Indonesia. Situs ini lebih tertata dan seringkali menawarkan proyek copywriting atau penulisan konten media sosial. Sangat cocok jika kamu ingin belajar menulis pesan promosi yang persuasif.
Kamu juga bisa menyebarkan pofilmu di Sribulancer agar mudah menjaring lebih banyak klien. Calon klien akan melihat portofolio dan profilmu sebelum mereka memilihmu.
3. Aplikasi Khusus Fiksi
Kalau kamu lebih tertarik untuk mendapatkan cuan dari jalur menulis fiksi, maka kamu perlu melirik aplikasi seperti KBM, Cabaca, Kwikku, Karyakarsa, Noveltoon, Goodnovel dan Fizzo,
Tiap aplikasi mempunyai format monetisasi dan kontrak berbeda. Sebaiknya, kamu pelajari satu per satu sebelum memutuskan akan mengunggah di aplikasi yang mana. Skema kontrak penulis dan monetisasi mandiri pun perlu kamu cermati.
4. Upwork & Fiverr (Level Lanjut)
Kalau kamu cukup percaya diri dengan bahasa Inggris, dua situs luar negeri ini menawarkan bayaran dalam Dollar yang menggiurkan. Meski persaingannya ketat, bayarannya bisa berkali-kali lipat dibanding situs lokal.
5. IDN Times
Website ini termasuk sudah lebih dari 5 tahun menerima kontributor yang dibayar berdasarkan poin. Penulis yang karyanya lolos kurasi akan mendapatkan poin dasar lalu bertambah poinnya seiring jumlah view.
Setelah poin terakumulasi cukup banyak, penulis bisa menukarkannya jadi uang dan ditransfer ke GoPay atau rekening bankmu. Kamu harus sabar kalau ingin artikelmu tayang karena kurasi editorya cukup ketat, tapi bagus banget buat portofolio.
Kesimpulan
Jadi penulis freelance memang tidak langsung berhasil di minggu pertama kamu mencoba. Kamu perlu fokus dan menambah tulisan yang bisa dijadikan contoh serta portofolio. Seorang IRT pun masih bisa terus berkarya. Kamu tertarik menulis di mana?

0 Comments